Home Uncategorized Banyak yang Salah Kaprah! Begini Cara Tepat Menggendong Bayi Sesuai Usianya dengan...

Banyak yang Salah Kaprah! Begini Cara Tepat Menggendong Bayi Sesuai Usianya dengan Selendang Jarik,Mama Muda Pahami Ya!!

"Bayi masih kecil jangan digendong mengangkang, nanti kakinya jadi O", atau "nanti sakit kalau pipis", atau "leher bayinya belum kuat jangan digendong tegak, nanti tulang punggungnya bengkok".

SHARE
Loading...

“Bayi masih kecil jangan digendong mengangkang, nanti kakinya jadi O”, atau “nanti sakit kalau pipis”, atau “leher bayinya belum kuat jangan digendong tegak, nanti tulang punggungnya bengkok”.

Pernyataan itu yang sering muncul saat melihat bayi digendong.
Bahkan hal tersebut menjadi perbincangan panjang karena beda informasi dari orang dulu dengan ahli medis.

Loading...

Sebenarnya bagaimana sih cara menggendong bayi yang benar menggunakan selendang jarik?

Berikut ini ulasan lengkap soal hal ini dilansir dari laman Facebook Mama’s Journey.

Terungkap cara menggendong yang umumnya dilakukan orang Indonesia untuk bayi yang belum bisa duduk adalah dengan posisi craddle carry atau dibaringkan.

Ternyata hal tersebut dikatakan tidak optimal. Berikut ini alasannya.

1. Kurang bagus untuk sirkulasi pernafasan bayi (apalagi jika kainnya ditutup sampai kepala).
2. Meningkatkan resiko Asphyxia (terhambatnya jalur pernafasan karena dagu bayi tertekuk ke arah dada).
3. Kaki bayi dirapatkan, tidak aman untuk ligamen bayi dan memperburuk kondisi bayi dengan Hip Dysplasia.
4. Neck pain (pegal leher) bagi penggendong.
5. Tidak bisa handsfree karena satu tangan harus selalu menahan kepala bayi.
6. Bahaya bagian tubuh bayi terbentur.

Terus harus seperti apa menggendong buah hati Anda?

Posisi gendong upright (tegak) dengan kaki bayi membentuk M-Shape merupakan posisi optimal untuk mendukung perkembangan tulang punggung dan pinggul bayi.

Sebab bayi kecil yang sehat tidak terlahir dengan tulang punggung yang lurus.

Lihat saja ketika mereka tidur atau diangkat saat akan digendong.

Posisi kakinya pasti mengangkang. Sebab memang posisi alaminya seperti itu.

Gunanya mengangkang sebagai upaya agar tulang punggungnya tetap dalam posisi curve dan agar pangkal tulang paha tetap pada soketnya, sebab dibawah usia satu tahun, tulangnya masih berupa tulang rawan (cartilage).

Namun yang lumrah terjadi, kebanyakan orangtua tidak tega bayinya digendong mengangkang atau dipekeh.

Tapi kalau tahu dampak buruk dari menggendong dengan posisi kaki dirapatkan, bedong ketat, dan lain-lain, bisa memperburuk kondisi tulang pinggulnya.

Mungkin Anda akan langsung berhati-hati dalam persoalan menggendong buah hati.

Apalagi salah menggendong bayi bisa berpotensi terkena Hip Dysplasia.

Hip Dysplasia adalah kondisi sendi pinggul dalam bentuk yang tidak sempurna (terlalu “dangkal”) atau soket pinggul tidak dalam posisi yang benar yaitu menutup dan menopang pangkal tulang paha/dislokasi.

Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi ketika bayi masih kecil.
Sebagai catatan, bayi di bawah usia 4 bulan digendong depan dengan posisi upright di tengah agar bayi bisa bersandar di dada penggendong.

Di atas usia 4 bulan dan lehernya sudah kuat, bisa mulai gendong samping/hip carry.

Akun ini pun merangkum dan membahasakan secara sederhana bagaimana menggendong bayi yang tepat.
1. Posisi kaki bayi M-Shape/dipekeh/mengangkang merupakan posisi paling nyaman bagi bayi.
2. Tidak percaya? Lihat saja posisi kaki bayi saat tidur atau ketika kita angkat untuk digendong. Posisi kakinya akan otomatis mengangkang.
3. Selain nyaman, posisi tersebut mendukung perkembangan tulang punggung dan pinggul bayi dengan optimal.
4. Bentuk kaki O atau X bukan disebabkan dari cara menggendong posisi M Shape, melainkan dari kelainan genetik atau penyakit.

Sumber:TribunWow.com

Loading...