Home Islami Punya Motor atau Mobil Baru? 4 Hal Ini Harus Diperhatikan, Nomor 3...

Punya Motor atau Mobil Baru? 4 Hal Ini Harus Diperhatikan, Nomor 3 Sering Diabaikan Padahal Penting!

SHARE
Loading...

Kendaraan, salah satu nikmat yang Allah sebutkan di surat Yasin. Setelah Allah menyebutkan ini, Allah menantang manusia untuk bersyukur,

وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ( ) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. ( ) Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS. Yasin: 72 – 73)

Loading...

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan, kendaraan yang nyaman, salah satu sumber kebahagiaan bagi manusia.

Bagian dari bentuk syukur itu adalah kita berusaha menghiasi diri dengan aturan syariat, ketika kita memiliki kendaraan.

Berikut diantara sunah yang bisa dilakukan ketika memiliki kendaraan,

Pertama, doa ketika baru membeli kendaraan

Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا اشْتَرَى أَحَدُكُمُ الْجَارِيَةَ أَوِ الْغُلامَ أَوِ الدَّابَّةَ فَلْيَأْخُذْ نَاصِيَتَهُ وَلْيَقُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيَّرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ

Apabila kalian membeli hewan tunggangan, pegang ubun-ubunnya, dan baca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيَّرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa (HR. Nasai dalam al-Kubro 10069)

Tentu saja, anda tidak mungkin memegang ubun-ubun kendaraan, tapi bisa anda ganti dengan memegang bagian manapun di kendaraan itu.

Sedangkan mobil termasuk kendaraan, sefungsi dengan hewan kendaraan seperti unta, keledai dan lainnya. Karenanya, disunnahkan berdoa memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan kendaraan yang baru dibelinya itu.

Kedua, mendoakan keberkahan

Disamping doa di atas, anda juga tidak boleh melupakan doa memohon keberkahan untuk barang anda.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا اشْتَرَى أَحَدُكُمْ بَعِيرًا فَلْيَأْخُذْ بِذِرْوَةِ سَنَامِهِ وَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ وَلْيَقُلْ مِثْلَ ذَلِكَ

Apabila kalian beli onta, pegang punuknya, dan doakan keberkahan untuknya, lalu ucapkan doa di atas..(HR. Ibnu Majah)

Berdoa memohon keberkahan pada kendaraan juga disyariatkan. Khususnya saat berharap kendaraan menjadi sarana Allah limpahkan kebaikan dan supaya dihindarkan dari pengaruh ain (pandangan mata yang buruk) yang berasal dari hati yang dengki.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ وَمِنْ نَفْسِهِ وَمِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ العَيْنَ حَقٌّ

“Apabila salah seorang kalian melihat kekaguman pada saudaranya, pada dirinya, dan hartanya, hendaknya dia mendoakan barakah untuknya, karena pengaruh ‘ain itu benar adanya.” (HR. Ahmad 3/447)

Mengucapkan Maa Syaa Allahu Laa Quwwata Illaa Billaah (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) juga dibolehkan, khususnya, saat dirinya takjub dengan keindahan nikmat barunya itu. Dalilnya, firman Allah Ta’ala dalam surat al-Kahfi,

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu Maa Syaa Allaah Laa Quwwata Illaa Billaah (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. Al Kahfi: 39)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radliyallah ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa yang melihat sesuatu yang membuatnya kagum, hendaknya dia berucap: Maa syaa Allaah Laa Quwwata Illa Billaah (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) karenanya dia tidak tertimpa kedengkian ‘Ain.” (Hadits ini sangat lemah) Imam al Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari riwayat Abu Bakar al Hudzali, dia seorang yang sangat lemah. (Majmu’ al Zawaid: 5/21.

Keterangan:

Diantara bentuk doa keberkahan lain yang bisa anda baca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها

“Ya Allah berkahilah dia untukku”

Keempat, kita berusaha menggunakan nikmat kendaraan ini untuk ketaatan kepada Allah. Atau minimal, jangan sampai nikmat itu kita gunakan untuk maksiat. Beriman manfaat bagi orang lain dengan kendaraan kita. Semoga ini bagian dari makna syukur.

Allah menjanjikan,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

Ingatlah, tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS. Ibrahim: 7)

Ketiga, jangan lupa membaca doa setiap kali naik kendaraan

Diantara bentuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan selalu berdoa dan memohon perlindungan ketika menaiki kendaraan.

Diantara bentuk doa yang diajarkan Rasulullah ketika menaiki kendaraan adalah sebagai berikut:

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengajarkan doa sebagai berikut ketika kita sedang menaiki kendaraan:

Bismillah Tawakkaltu ‘alallah Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billah

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, saya berpasrah diri kepada Allah dan tiada daya serta kekuatan kecuali dari Allah.

Keempat, jangan lupa sedekah ke tetangga dengan mengadakan syukuran

Sedekah dianjurkan setiap waktu.. namun terkadang ada kondisi tertentu, yang memotivasi kita untuk segera bersedekah. Diantaranya ketika Allah memberikan kenikmatan bagi kita, terlebih kenikmatan yang bisa disaksikan orang lain.

Setan menggelayuti setiap relung pikiran manusia. Mudah saja baginya untuk menghembuskan asap kedengkian dan iri bagi orang lain, yang menyaksikan kenikmatan yang Allah berikan kepada. Redam semangat itu, dengan sedekah atau hadiah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah agar kalian saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam kitab Adab Mufrad, no. 463)

Demikian, semoga bermanfaat.

Loading...